• Sun. Apr 11th, 2021

Kampus Media

Menyajikan Informasi terupdate teraktual, tips trik dan kesehatan

Buruknya Cara Jualan Online Di Facebook Kecuali Yang Ini

Pasti Anda tahu bahwa begitu Anda punya ketertarikan untuk memulai bisnis on-line, cara jualan di Facebook dengan menjadikan teman-teman di akun Facebook Anda menjadi goal market Anda adalah langkah praktis yang pertama kali Anda lakukan.

Iya apa iya? Anda mulai sibuk add pals di facebook tiap hari. Ada yang punya goal 20 add per hari, ada yang lebih gila… a hundred add per hari sampai di ” suspend sementara ” sama Facebook. Setelah itu tanpa bai bi bu langsung hajar dengan penawaran. Pernah ngalamin kayak gitu? Pasti pernah tho?

Saya pribadi kurang begitu cocok dengan cara itu. Di samping capek buat nge-add plus buat akun sebanyak-banyaknya, hasil yang didapatkan nggak begitu sebanding dengan kinerja yang dilakukan. Walaupun banyak mentor FB advertising yang menyarankan teknik di atas, properly… saya tetap kurang sependapat.

Dan ternyata ada satu guru saya, pak Laksita yang juga berpendapat sama. Cara jualan on-line di Facebook dengan dengan add sebanyak-banyaknya lalu tawarkan sesering-seringnya adalah cara jualan online di facebook paling dia tentang. Beruntungnya, beliau sempat share di wall beliau tentang alasan mengapa dia anti dengan cara jualan online di facebook pakai teknik tersebut.

Mari, silahkan Anda simak penjelasan beliau tentang buruknya cara on-line jualan di facebook pakai cara di atas. Sekedar buat tambahan wacana bisnis dan marketing on-line, nggak ada salahnya kan? Saiap tahu ini termasuk cara jualan di fb laris… Monggo, ini dia penjelasannya…

Pak Laks… Saya punya ribuan teman tertarget di fb. Dan ratusan di WA. Copywriting status saya juga sudah keren. Tapi kok penjualan saya masih rendah, bahkan kalah jauh dibandingkan dengan angka penjualan sahabat sahabat saya yang kualitas copywritingnya jauh dibawah saya ?

Sebentar… saya kok agak penasaran dengan sesuatu yang janggal disini? Jadi maksudnya berteman dengan banyak orang di SocMed untuk di jadikan target market? Bukan karena kita ingin punya sahabat yang banyak?

Ok lah… saya bahas dari sisi rendahnya convertion ratio saja dech. Menjual di socmed convertion rationya sangat ditentukan oleh personal simply belief degree kita di mata sahabat-sahabat kita di SocMed..

Kalau kita di mata sahabat-sahabat kita masih bukanlah siapa-siapa, saya sebutnya masih di pink ocean level, sebagus apapun produk yang kita tawarkan nggak bakalan digubris. Kalaupun tertarik, mereka akan cari di sahabat-sahabat lainnya yang simply trust levelnya sudah di blue ocean level.

Jadi kita yang capek-capek jualan, pesaing dengan merely belief stage lebih baik yang diuntungkan. Kalau merely belief level kita di biru, di blue ocean stage, posisi dimana kita dibenak para sahabat socmed kita adalah sahabat yang menyenangkan, bisa lebih dipercaya dibanding sahabat sahabat kita lainnya yang masih di purple ocean level.

Pesaing-pesaing yang di red ocean level sibuk jualan, tahu-tahu banyak sahabat-sahabat di socmed kita yang tanya, kita masih punya tidak produk produk itu. Kalau ada mereka akan pesan dari kita. Jadi pesaing yang jualan, kita yang panen…

Apa lagi kalau merely belief degree kita di White Ocean Level, dimana posisi kepercayaan kita di mata para sahabat-sahabat kita jauh lebih dominan dibanding sahabat-sahabat lainnya yang sudah di level blue ocean sekalipun.

Saat mereka semua sibuk berusaha jualan, kita yang malah panen karena mayoritas sahabat-sahabat kita jauh lebih percaya dan nyaman untuk membelinya dari kita. Terus bagaimana upaya agar merely trust level kita naik di socmed? Ya sering-seringlah kasih suggestions, sering-seringlah kita kasih joke dan sering seringlah berinteraksi dengan sahabat sahabat kita disana.

Karena banyak sahabat-sahabat di socmed seneng sekali saat kita like postingan mereka kita nimbrung diskusi dan bersendau gurau sejenak dengan mereka. Tingkatkan keakraban kita dengan mereka.

Lah akrab saja tidak bagaimana mereka percaya untuk membeli dari kita yang belum mereka kenal sebelumnya? Intinya, jadilah pribadi paling menyenangkan bagi sahabat-sahabat kita di socmed di banding sahabat-sahabat lainnya agar posisi merely belief level kita. Katakan tidak bisa di white ocean stage, minimal di blue ocean level lah…

Semakin real solusi solusi kita, semakin unique cara penyampaian kita akan semakin bagus sehingga sahabat-sahabat mengenal kita sebagai sosok sahabat distinctive pemberi solusi yang menyenangkan.

Sosok yang menjadi tempat untuk mencari banyak rujukan genuine dan distinctive yang bermanfaat bukan sosok copy paster dan onerous seller yang menyebalkan. Tapi ini menurut pendapat saya pribadi loh, belum tentu benar…

Nah, sudah jelas sekarang? Jadi apa kesimpulannya? Sederhana… cara jualan di facebook laris manis adalah Anda cukup menjadi pribadi yang menyenangkan di akun sosmed Anda. Setelah pribadi Anda sudah terbentuk seperti itu layaknya seorang entrepreneur sejati, saat itulah Anda akan panen jualan di sosmed terkhusus di fb.

Cuman ya itu… jualan on-line lewat fb harus sabar. Namanya aja cara jualan online di fb gratisan. Kalau mau cepet yang bayar aja pakai facebook adverts, ha..ha..ha..

(sumber gambar artikel jualan on-line lewat facebook, jualan online through facebook ideas jualan online di fb, trik jualan on-line di facebook: )